Wartacirebon.com – Warga RW 01 Pesisir Selatan, Kelurahan Panjunan Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon mulai mempertanyakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pengusaha batubara di Pelabuhan Cirebon. Sedangkan sampai dengan saat ini Pemkot Cirebon belum merampungkan Peraturan Daerah (Perda) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Dikatakan oleh Jafar Sidik selaku Ketua RW 01 Kelurahan Panjunan, terakhir kali menerima dana CSR dari pengusaha batu bara adalah bulan Januari 2017 lalu sebesar 54 juta rupiah yang diakumulatif sejak 3 bulan ke belakang. “Terkhir bulan Desember dapat 54 juta tapi itu buat bulan Okober, November dan Desember, sedangkan sampai dengan saat ini tidak jelas lagi kapan ada anggaran CSR turun ke masyarakat, ” jelasnya pada Senin (3/4) sore.

Mengenai Perda TJSL yang akan dibuat Pemkot Cirebon, dirinya mengaku setuju karena akan sangat bermanfaat bagi warga, namun sayangnya sampai dengan saat ini tidak ada kejelasan yang pasti tentang Perda tersebut. Jafar menilai ada unsur kesengajaan dari para pengusaha batu bara yang tidak ingin berkomitmen terkait Perda TJSL, hal itu terbukti dari perencanaan sejak dibukanya bongkar muat batubara yang hingga saat ini belum juga selesai. “Dari dibuka sampai dengan saat ini TJSL belum juga jadi, jangan – jangan ada unsur kesengajaan dari pengusaha batubara yang sengaja mengulur waktu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here